TIMES BOYOLALI, BONDOWOSO – Sejumlah situs geologi Ijen Geopark di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang masuk dalam warisan dunia UNESCO Global Geopark patut jadi tujuan libur lebaran 2025 bersama keluarga.
Situs-situs ini dihasilkan dari proses alam yang panjang. Selain memiliki nilai sejarah, situs geologi juga menyuguhkan keindahan alam yang tidak akan ditemukan di daerah lain.
Semua situs geologi tersebut berawal dari letusan Gunung Ijen Purba sekitar ratusan ribu tahun lalu. Letusan tersebut menghasilkan 22 anak gunung dan dinding kaldera.
Salah satu hasil letusan Gunung Ijen Purba tersebut adalah Gunung Ijen, atau yang lebih masyhur dikenal dengan Kawah Ijen.
Berikut rekomendasi tempat wisata di Bondowoso yang jadi warisan dunia UNESCO Global Geopark.
Kawah Ijen
Kawah Ijen atau Gunung Ijen adalah gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi. Gunung ini memiliki ketinggian 2.386 mdpl (meter di atas permukaan laut).
Di puncak gunung ini terdapat kawah yang dikenal dengan Kawah Ijen, sebuah kawah dengan air biru yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi.
Tentu yang menjadi daya tarik utama ada blue fire atau api biru yang dihasilkan oleh belerang. Fenomena alam api biru hanya ada dua di dunia. Pertama di Kawah Ijen dan kedua di Islandia.
Kawah Wurung
Kawah Wurung merupakan salah satu tempat wisata yang disediakan alam. Kawah Wurung yang ada di Bondowoso ini dikenal dengan Bukit Teletubbies.
Bukit-bukit di Kawah Wurung ini salah satu hasil dari proses geologi dari rangkaian letusan Gunung Ijen Purba.
Bahkan dari bebatuan yang ada di kawah, tempat ini juga jadi hempasan lava panas Gunung Ijen Purba.
Wisata Alam Kawah Wurung masuk dalam teritori Desa Kalianyar Kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso.
Akses menuju Kawah Wurung sudah nyaman. Namun memang di beberapa titik wisatawan perlu berha-hati karena licin saat musim hujan.
Di musim hujan seperti saat ini, wisatawan disuguhkan dengan padang ilalang hijau, yang memenuhi area kawah dan bukit. Sehingga sangat menyerupai di film kartun Teletubbies.
Aliran Lava Plalangan
LokasinAliran Lava Plalangan sangat strategis. Yakni berada di dekat jalan raya utama Kecamatan Ijen dengan lokasi lebih tinggi.
Aliran Lava Plalangan dikelilingi Dinding Kaldera Ijen Purba yang terhampar dari Barat ke Timur sepanjang 12 kilometer dengan luas 10.51 km2 membentang dari Gunung Anyar sampai Blawan.
Dalam kondisi itu, anda tidak hanya menikmati sekeliling alam indah. Tetapi juga melihat bekas bagian perut Gunung Ijen Purba.
Black Lava Plalangan ini dulunya lahar panas akibat proses vulkanisme Gunung Ijen Purba sekitar ratusan ribu tahun lalu.
Kemudian lahar panas tersebut mengalami pendinginan, dan akhirnya membeku berbentuk bebatuan seperti saat ini.
Secara makroskopik, Aliran Lava berwarna kehitaman, vesikuler, bertekstur AA, dan berasal dari material erupsi Gunung Anyar (Jabal Kirmit).
Aliran Lava menunjukkan karakter dominan batuan cenderung Basalt-Andesit Basaltik yang lebih dikenal dengan nama Black Lava.
Di komplek wisata alam aliran Lava Plalangan juga terdapat Cafe Rooftop dan dekat dengan pemukim warga. Sehingga wisata bisa menikmati kopi dan mencari tempat bermalam di sana. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Tiga Situs Geologi Ijen Geopark di Bondowoso Bisa Jadi Tujuan Libur Lebaran 2025
Pewarta | : Moh Bahri |
Editor | : Deasy Mayasari |