TIMES BOYOLALI, JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi resmi memulai pembangunan Hexagon Data Center di Riyadh pada Kamis. Fasilitas ini diklaim akan menjadi pusat data milik pemerintah terbesar di dunia berdasarkan kapasitas daya, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA).
Menurut laporan tersebut, Hexagon Data Center dirancang memiliki kapasitas hingga 480 megawatt dan dibangun di atas lahan seluas lebih dari 2,8 juta meter persegi. Skala proyek ini menjadikannya salah satu infrastruktur digital paling ambisius yang pernah dibangun di kawasan Timur Tengah.
Pusat data tersebut akan dioperasikan oleh Otoritas Data dan Kecerdasan Buatan Saudi (Saudi Data and Artificial Intelligence Authority/SDAIA). Fasilitas ini dirancang untuk menjamin ketersediaan maksimum bagi berbagai platform e-government serta layanan digital pemerintah yang terus berkembang pesat.
Presiden SDAIA Abdullah bin Sharaf Alghamdi menyatakan bahwa pembangunan Hexagon Data Center merupakan bagian dari upaya strategis untuk menciptakan ekosistem digital yang terintegrasi di Arab Saudi.
Ia menyebut proyek ini sebagai fondasi penting bagi daya saing nasional, dengan tujuan mengembangkan keahlian domestik di bidang kecerdasan buatan (AI) sekaligus menarik investasi teknologi dari tingkat internasional.
Alghamdi menegaskan bahwa pembangunan pusat data ini selaras dengan visi besar Visi Saudi 2030, yakni membangun ekonomi berbasis pengetahuan yang berkelanjutan serta mendorong Arab Saudi menjadi pemimpin global dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi maju.(*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Arab Saudi Bangun Hexagon Data Center di Riyadh, Diklaim Jadi Pusat Data Pemerintah Terbesar di Dunia
| Pewarta | : Imadudin Muhammad |
| Editor | : Imadudin Muhammad |