Blengep Cotot, Kue Tradisional Khas Indramayu Yang Sudah Jarang Ditemui
TIMES Boyolali/Kue tradisional khas Indramayu, Blengep Cotot. (Foto: Indramayukab.go.id)

Blengep Cotot, Kue Tradisional Khas Indramayu Yang Sudah Jarang Ditemui

Setiap daerah di Indonesia akan dengan kekayaan kuliner, begitupun dengan berbagai macam kue tradisional. Namun demikian, kue-kue tradisional tersebut sudah jarang ditemui pasalnya sudah banyaknya kue modern yang merajai kuliner di berbagai daerah. Misal

TIMES Boyolali,Senin 28 Desember 2020, 18:10 WIB
599.5K
S
Selamet Hidayat (MG-417)

INDRAMAYUSetiap daerah di Indonesia akan dengan kekayaan kuliner, begitupun dengan berbagai macam kue tradisional. Namun demikian, kue-kue tradisional tersebut sudah jarang ditemui pasalnya sudah banyaknya kue modern yang merajai kuliner di berbagai daerah. Misalnya saja, di Kabupaten Indramayu, Kue Blengep Cotot, kue tradisional ini sudah jarang sekali ditemui.

Kue tradisional ini mirip dengan bakpao, berbentuk bulat dan berwarna putih. Namun, yang membedakan adalah teksturnya yang lebih kecil dan berbahan dasar ubi. Ubi tersebut berfungsi sebagai adonan tepung di bagian luar. Di bagian tengahnya berisi gula merah untuk menciptakan rasa manis.

Nama Blengep Cotot sendiri berasal dari 3 kata, yakni 'bleng', 'lep' dan 'cotot'. Bleng merupakan istilah makanan ketika masuk ke dalam mulut. Lep merupakan istilah makanan ketika lidah menyahut makanan tersebut. Kedua istilah itu kemudian dijadikan sebagai Blengep.

Adapun untuk istilah Cotot, adalah ketika mulut mengunyah gula merah yang ada di dalam kue tersebut. Bagi orang Indramayu, hal tersebut dinamakan Cotot. Karena itulah, kue tradisional tersebut dinamakan Blengep Cotot.

Kue tradisional tersebut bisa dijumpai di Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu. Kue ini dijual dengan harga Rp1.000 per buah.

Pembuat Blengep Cotot, Siti mengungkapkan kue ini sangat melegenda di Indramayu dan sudah menjadi warisan secara turun-temurun. Dia sendiri belajar membuat Blengep Cotot sudah puluhan tahun, dan kemampuannya itu ia dapat dari orangtuanya.

"Awalnya ikut bantu-bantu orangtua, kemudian jadi menekuni usaha ini," jelasnya, Rabu (23/12/2020).

Siti mengakui jika kue tradisional ini mempunyai nama yang aneh dan unik. Namun, dirinya tidak mengetahui siapa yang pertama kali mencetuskan nama tersebut. Ia hanya diceritakan saja dari orangtuanya.

Siti hanya membuat Blengep Cotot ketika ada pesanan saja. Sehingga, dia tidak membuatnya setiap hari. Karena itu, kue ini tidak mudah ditemukan, baik itu di pasar tradisional maupun toko kue lainnya.

"Saya bikin kalau ada pesanan saja," ujarnya.

Selama puluhan tahun ini, Siti tetap bertahan dengan usaha Kue Blengep Cotot ini. Walaupun banyak bermunculan kue-kue modern, dia tetap menekuni usaha pembuatan Blengep Cotot. Hal ini dikarenakan kue tersebut merupakan warisan orangtua yang harus tetap dipertahankan. "Apalagi mempunyai nilai filosofis yang menggambarkan lokalitas," ujarnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Selamet Hidayat (MG-417)
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Boyolali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.