https://boyolali.times.co.id/
Olahraga

Manchester United Semakin Terpuruk

Senin, 12 Januari 2026 - 11:48
Manchester United Semakin Terpuruk di Musim Tanpa Arah dan Tanpa Pelatih Tetap Manchester United akan menyelesaikan sekitar 17 pertandingan tersisa tanpa trofi dan tanpa arah kompetitif yang jelas akibat belum adanya pelatih permanen.

TIMES BOYOLALI, JAKARTA – Tiga belas tahun setelah kepergian Sir Alex Ferguson, Manchester United kembali menorehkan babak kelam. Kekalahan 1-2 dari Brighton & Hove Albion di Old Trafford pada putaran ketiga Piala FA, Minggu (11/1/2026), menjadi penanda terbaru dari musim yang tak kunjung menemukan titik terang. Peluang meraih trofi kini nyaris tertutup rapat meski kalender baru memasuki Januari.

Sejak era pasca-Ferguson pada 2013, banyak musim buruk menghampiri Setan Merah. Kampanye 2025–2026 tampaknya akan kembali masuk dalam daftar tersebut. Sebelumnya, Manchester United juga tersingkir dari Carabao Cup oleh klub League Two, Grimsby Town, pada Agustus dan kemudian memecat Ruben Amorim tanpa rencana pengganti yang jelas. Satu-satunya target tersisa ialah perebutan tiket kompetisi Eropa, dan itu pun tampak jauh dari kepastian.

Tersingkir dini pada dua kompetisi domestik sekaligus mengulang catatan 1981–1982. Musim lalu Manchester United memainkan 60 pertandingan, kini musim penuh mereka hanya akan berjumlah 40 laga—terendah sejak 1914–1915.

Caretaker Darren Fletcher mengaku tak bisa menutupi kondisi tim saat ini. “Ini bukan level Manchester United dan bukan standar yang diharapkan,” ujarnya seusai laga.

Ia menegaskan pentingnya kembali ke Liga Champions, baik untuk stabilitas skuad maupun kemampuan menarik pemain baru. “Para pemain harus bersatu dan menemukan cara untuk kembali menang,” ucapnya.

Manajemen Manchester United sedang menimbang sosok pelatih interim hingga akhir musim. Nama-nama seperti Fletcher, Ole Gunnar Solskjær, Michael Carrick, hingga Ruud van Nistelrooy disebut masuk radar. Namun siapa pun yang datang akan mewarisi skuad yang rapuh, struktur teknis yang timpang, serta keputusan pemecatan Amorim yang dilakukan tanpa peta jalan atau rencana lanjutan.

Situasi bisa memburuk dalam waktu dekat. Manchester City akan bertandang ke Old Trafford akhir pekan depan, disusul laga tandang ke markas pemuncak klasemen Arsenal sepekan kemudian. Pemain muda Shea Lacey, salah satu sedikit sorotan positif pekan ini, juga absen akibat kartu merah ketika menghadapi Brighton.

Di tribun penonton, frustrasi kembali muncul. Sebagian suporter memilih mengungkapkan kekecewaan melalui siulan, sebagian lainnya memilih pergi lebih awal di tengah hujan Manchester—pemandangan yang semakin lazim dalam 18 bulan terakhir.

Fletcher berusaha menjaga optimisme bahwa musim belum sepenuhnya hilang. Ia kembali menuntut pemain menemukan motivasi dan peningkatan cepat agar tidak membiarkan sisa musim terbuang percuma. Tetapi kenyataannya, Manchester United berada pada fase menggantung: caretaker menunggu pelatih interim, sementara pelatih permanen baru mungkin baru datang pada musim panas, bersamaan dengan investasi skuad.

Hingga saat itu tiba, Manchester United akan menyelesaikan sekitar 17 pertandingan tersisa tanpa trofi dan tanpa arah kompetitif yang jelas, sementara rival sekota Manchester City dan rival historis Arsenal bersaing dalam perebutan gelar. Musim 2025–2026 berpotensi dikenang hanya karena Mancheter United memiliki lebih banyak pergantian manajer dibandingkan jumlah pertandingan mereka di dua turnamen piala.

Dalam masa sulit sebelumnya, pendukung Manchester United kerap berpegang pada keyakinan bahwa semuanya pada akhirnya akan membaik. Namun di Old Trafford musim ini, bahkan keyakinan itu semakin sulit dipertahankan. (*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Boyolali just now

Welcome to TIMES Boyolali

TIMES Boyolali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.