Kopi TIMES

Tingkatkan Elektoral PPP, Jawabannya Anak Muda

Rabu, 27 Januari 2021 - 08:57
65.25k
Tingkatkan Elektoral PPP, Jawabannya Anak Muda Pauzan Basri, S.Pd, Kader Muda PPP.

TIMESINDONESIA, MATARAMPPP beberapa minggu lalu telah melaksanakan Muktamar dalam rangka memilih pemimpin partai untuk lima 5 tahun kedepan.

Dalam musyawarah tersebut terpilih Suharso Monoarfa yang saat ini menjabat sebagai Menteri Bapennas RI kabinet Indonesia Maju Jokowi-KH Ma'ruf Amin secara aklamasi melalui musyawarah mufakat yang disaksikan oleh seluruh wilayah dan cabang se indonesia di Makassar Sulawesi Selatan.

Suharso Monoarfa dalam sambutannya mengatakan bahwa, PPP sudah saatnya bangkit dan harus tetap berada di parlemen, Suharso juga menegaskan agar seluruh kader dan pengurus di semua tingkatan untuk mengutamakan kerja kerja elektoral guna menyambut pemilu 2024 mendatang.

"Kita fokus kerja elektoral agar bagaimana partai ini menjadi besar dan bisa tetap axis di parlemen," kata Suharso Monoarfa dalam sambutannya waktu itu.

Saya ingin sedikit mengajak semua para kader dan para elit partai beserta pembaca dan pecinta PPP untuk berpikir jernih, bahwa jika ingin PPP terus axis dengan kerja elektoral dan menjadi pemenang di setiap daerah, kuncinya adalah harus diisi oleh anak-anak muda cerdas dan memiliki ide cemerlang dalam mengurus dan membesarkan partai. Leader di setiap daerah harus dikomandoi oleh anak-anak muda yang sudah berjerih payah dan betul-betul kader partai lahir bathin. Karena kalau saja PPP dipegang oleh orang yang salah, maka akibatnya akan berimbas pada pemilu 2024.

Kerja elektoral partai harus disertai dengan kerja keras dan kerja ekstra dalam rangka mensiarkan PPP di semua penjuru, bukan kemudian hanya mencari jabatan strategis saja di partai atau di legislatif dan eksekutif. Melainkan harus bersedia setiap saat ketikan dibutuhkan partai dan harus siap kerja 24 jam untuk partai tanpa kata lelah dan mengeluh. Tentu kalau kita cari hal ada pada anak muda yang memiliki gagasan dan kemampuan dalam memimpin partai ini kedepan serta masih muda dan energik serta memiliki integritas tinggi dalam setiap kehidupan bermasyarakatnya.

Pimpinan PPP di Daerah harus yang berlatarbelakang

PPP didirikan oleh berbagai elemen ormas dan para ulama khos di republik ini, sebut saja ormas terbesar yang mendirikan PPP adalah Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Perti, Parmusi dan lainnya. PPP adalah partai umat islam yang diisi oleh berbagai latar belakang organisasi pendiri diatas. Tentu yang pantas mengisi dan menjadi Pimpinan partai ini kedepan adalah yang memiliki keterkaitan dengan historis ormas-ormas besar diatas. Dan jika partai ini ingin terus axis dan besar maka harus diisi oleh kader yang memiliki keterkaitan dan historis dengan ormas diatas, kalau bukan kader NU, Muhammadiyah, Parmusi dan lainnya tentu akan menjadi bumerang bagi siapapun yang ingin mengendalikan partai ini di daerah.

Di pusat saja, PPP hari ini di pegang oleh tokoh nasional, dan didampingi oleh seorang kader muda Nahdaltul Ulama dan juga putra Kiyai khos yang memiliki basis massa yang clear and clen dalam membesarkan partai kedepan. Tentu di daerah juga, harus dipimpin oleh kader-kader yang memiliki kemampuan dan basis massa yang jelas dan memiliki latar belakang jelas sesuai dengan historis perjalanan berdirinya PPP.

Pimpinan Partai Tidak Mencalonkan diri pada Pemilu 2024

Penulis ingin mengulang kembali pidato Ketua Umum DPP PPP Suharso Monoarfa dalam Muktamar di Makassar bahwa, setiap Ketua dan Sekretaris partai harus mengundurkan diri dan siap untuk tidak mencalonkan diri pada pemilu 2024 mendatang. Menurut saya bahwa, sangat masuk dan akal logis serta diyakini mampu mengangkat elektoral partai menuju pemenang pemilu di setiap daerah. Kenapa saya mengatakan demikian, karena tidak jarang seorang pimpinan partai tersebut jika sudah menjelang pemilu/pileg mereka mengurus dapil masing-masing dan membuatnya lupa bahwa dirinya adalah milik semua dapil atau semua wilayah yang ada di provinsi atau kabupaten tersebut.

Dia lupa bahwa dirinya harus mengayomi semua tempat dan semua dapil, serta dia harus ada untuk semua kader yang membutuhkannya. Bukan hanya ada dan mengurus dapilnya saja, karena disitu kita akan melihat keberhasilan dari pimpinan partai tersebut. Kalau masih dia menjadi calon legislatif di salah satu dapil maka dipastikan dia akan hanya mengurus dapilnya saja, bahkan tidak mengurus dapil-dapil yang lain guna membesarkan partai yang ia pimpin.

Maka untuk mendorong suksesnya niatan dan ide cemerlang dari Ketua Umum PPP tersebut, wacana diatas harus didukung dan diberikan apresiasi yang tinggi atas niatan dari Ketua Umum tersebut. Karena kalau pimpinan partai tidak mencalonkan diri, maka sudah bisa dipastikan bahwa kerja elektoral dari partai ini akan dirasakan oleh semua kader PPP yang ada di setiap daerah tanpa terkecuali. Pimpinan partai akan betul-betul fokus kerja elektoral dalam rangka memenangkan partai ini kedepan, tidak lagi memikirkan dirinya dan kepentingannya, melainkan dia akan memikirkan bagaimana nasib partai ini kedepan.

Harus anak muda

Mayoritas penduduk indonesia sudah hampir dipenuhi oleh anak-anak muda millenial dan pemilih pemuka. Saya ingin memberikan sedikit pandangan bahwa Pimpinan partai PPP kedepan harus kader-kader muda terbaik partai, karena bagi saya, kekuatan dan lompatan anak muda tentu sangat jauh berbeda dengan lompatan orang tua, bukan berarti meremehkan orang tua. Melainkan orang bagi saya cukup sebagai penasehat, tetapi anak muda akan mampu menjadi pendobrak kebesaran partai PPP kedepan.

Usia pimpinan partai kalau sudah diatas 50-60 tahun akan jauh berbeda speed kerja elektoralnya dengan usia kader yang berkisar 30-50 tahun, kalau kita cari di partai ini sangat banyak kader muda yang memiliki kemampuan. Hal ini menjadi penting bagi saya dalam rangka membesarkan partai ini kedepan.

Perbedaan anak muda dengan orang tua sudah jauh-jauh dikumandangkan oleh pounding father kita Soekarno, bahkan dia sering melontarkan kata "Berikan aku 1000 orang tua akan ku angkat gunung semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 sepuluh pemuda akan ku guncangkan dunia"
Kata-kata ini selalu terngiang ditelinga anak muda, bahwa begitu jauh perbandingan kekuatan antar anak muda dengan orang tua. Dalam konteks pimpinan partai PPP di setiap daerah tentu akan berimbas dengan apa yang disampaikan oleh bung Karno tersebut.

Kuasai media sosial

Kalau sudah dipimpin oleh kader-kader muda terbaik PPP, maka sudah barang tentu partai ini tidak akan ketinggalan dengan teknologi yang begitu pesat hari ini. Bahkan dari sekian ratus juta penduduk indonesia bisa dikatakan mayoritasnya menggunakan media sosial dan tidak gaptek. Ini yang membuat partai ini harus mau tidak mau suka tidak suka untuk mengikuti zaman sesuai dengan hari ini.

Bagaimana jadinya jika orang tua yang sudah tidak energik lagi memegang partai ini, maka akan semakin berbahaya untuk kebesaran partai ini kedepan. Cirikhas PPP dan isu PPP adalah partai orang tua harus mulai dikurangi tidak ditonjolkan dalam publik. Bahwa PPP adalah partai semua elemen harus dan partai anak muda harus terua kita siyarkan guna mengambil simpati para masyarakat indonesia khususnya anak muda millenial kedepan.

Beberapa minggu lagi PPP di setiap daerah akan melaksanakan Muswil bagi tingkat provinsi dan Muscab ditingkat Kab/kota seluruh indonesia. Catatan diatas menjadi aspirasi bagi Ketua Umum PPP untuk betul-betul selektif dalam memberikan amanah kepada setiap wilayah dalam rangka memimpin partai ini ke depan.

Kalau sampai dipegang oleh orang yang salah dan tidak memiliki niatan dan kemampuan dalam membesarkan partai daan meningkatkan kerja elektoral partai, tidak menutup kemungkinan partai ini akan tetap stagnan dan bahkan akan hilang di parlemen. Hal ini harus menjadi renungan kita bersama guna kebesaran partai yang sama-sama kita cintai ini kedepan.

Wallahualam bissawab.

***

*) Oleh: Pauzan Basri, S.Pd, Kader Muda PPP.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Boyolali just now

Welcome to TIMES Boyolali

TIMES Boyolali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.