Kopi TIMES

Perlunya Pelayanan Publik Digital Di Masa Pandemi Covid-19

Kamis, 21 Januari 2021 - 19:30
61.17k
Perlunya Pelayanan Publik Digital Di Masa Pandemi Covid-19 Raid Taufiq, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Sudah hampir setahun lamanya dari Maret 2020 kasus pertama terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia hingga awal tahun 2021 terhitung telah mencapai 837 ribu kasus positif. Pandemi Covid-19 ini menyebabkan banyak kegiatan yang selama ini dilakukan dengan tatap muka menjadi berubah dengan sistem social distancing maupun physical distancing, seperti kegiatan ekonomi, keagamaan, pendidikan serta pertemuan-pertemuan tatap muka lainnya yang harus dijalankan dari rumah untuk sementara waktu sampai penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan. 

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, seperti imbauan untuk work from home, physical distancing, study from home, beribadah dari rumah, hingga adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pandemi Covid-19 ini berdampak sangat besar terhadap stabilitas negara Indonesia, mulai dari bidang kesehatan hingga berdampak negatif pada aspek pelayanan publik.

Pelayanan publik merupakan segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik. Pelayanan publik menjadi suatu tuntutan yang harus disediakan oleh pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik. Oleh karena itu, pemerintah berkewajiban dan bertanggungjawab dalam memberikan pelayanan publik prima.  Akses pelayanan publik yang biasanya dilakukan secara tatap muka menjadi terhambat karena adanya pembatasan agar penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan. Hal tersebut membuat mau tidak mau pemerintah harus berpikir dan merombak sistem pelayanan publik yang ada agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi di masa pandemi Covid-19 ini. Untuk itu perlu adanya inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk menjawab permasalahan tersebut.

Guna mengatasi permasalahan pelayanan publik di masa pandemi Covid-19 yang paling penting yaitu pemerintah dapat memberikan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi terkini dan menciptakan infrastruktur yang memadai sehingga pelayanan menjadi lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi tersebut dapat diwujudkan dengan inovasi yang berbasis e-service. Definisi e-service menurut Rowley (2006) ialah layanan elektronik sebagai perbuatan, usaha atau pertunjukan yang pengirimannya di mediasi oleh teknologi informasi. 

Terdapat dua kota yang telah mengedepankan penggunaan sistem pelayanan publik digital di masa pandemi, yakni Kota Magelang dengan aplikasi Magelang Cerdas dan Kota Yogyakarta dengan Jogja Smart Service. Disaat-saat seperti inilah sistem tersebut dibutuhkan, tinggal bagaimana masyarakat dalam menanggapi adanya aplikasi tersebut.  Aplikasi pelayanan publik digital tersebut merupakan wujud one stop public service guna memudahkan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik di masa pandemi Covid-19. Lewat aplikasi tersebut, masyarakat dapat dengan mudah mengakses pelayanan publik hanya dari gawai yang dimilikinya.

Pelayanan publik digital menjadi hal yang penting untuk dilakukan karena memiliki beberapa kelebihan, apalagi di kondisi yang tidak menentu seperti sekarang ini. Kelebihan yang pertama yakni sistem yang lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sebab masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan mengawal jalannya suatu program pemerintah. Kedua, yakni dapat menghemat biaya yang digunakan dalam menyediakan suatu pelayanan sebab dengan sistem pelayanan online maka biaya yang digunakan akan lebih sedikit. 

Ketiga, yakni dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mengakses pelayanan publik sebab masyarakat dapat dengan mudah mengakses sistem pelayanan tanpa harus datang langsung ke kantor penyedia layanan. Keempat, yakni pelayanan menjadi lebih terintegrasi sebab pelayanan publik dengan sistem online penyebaran informasinya secara utuh dari atas sampai yang terbawah sehingga pelayanan publik menjadi lebih efektif. Kelima, yakni adanya pemetaan pelayanan yang dibagi berdasarkan kebutuhan setiap orang karena kita tahu pasti kebutuhan orang berbeda-beda.

Maka diharapkan disaat pandemi ini berhasil dikendalikan, pemerintah dapat belajar untuk membangun sistem pelayanan publik yang dapat diakses dengan mudah di kondisi sulit sekalipun. Kemudian dengan adanya sistem pelayanan publik digital tersebut dapat menjadi langkah awal dalam mengikuti arus globalisasi karena kita tau di era digital sekarang ini, pelayanan publik yang mudah, cepat, dan tepat sangat diperlukan.

*)Oleh: Raid Taufiq, Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Boyolali just now

Welcome to TIMES Boyolali

TIMES Boyolali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.