Keju Dangke, keju khas Enrekang Sulawesi Selatan. (via Instagram/dangkeju.id)

Mengenal Keju Dangke, Keju Asli Indonesia yang Terbuat dari Susu Kerbau

Keju dangke merupakan makanan olahan berbahan susu yang berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Keju ini terbuat dari susu kerbau, adapula yang menggunakan susu sapi. Uniknya bahan lainnya untuk membuat keju danke adalah getah pepaya. 

TIMES Boyolali,Minggu 24 Januari 2021, 03:45 WIB
774.4K
T
Tria Adha

JAKARTASelama ini kita mengenal keju berasal dari Eropa. Salah satu negara yang peling terkenal menghasilkan keju adalah Belanda. Namun ternyata Indonesia juga punya, keju dangke namanya.

Keju dangke merupakan makanan olahan berbahan susu yang berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan. Keju ini terbuat dari susu kerbau, adapula yang menggunakan susu sapi. Uniknya bahan lainnya untuk membuat keju danke adalah getah pepaya. 

article
Dangke, Keju Asli Indonesia Khas Enrekang via Instagram/ eva_camunu

Getah pepaya berfungsi memisahkan susu dan kandungan air dan lemak. Dengan demikian susu akan memadat, yang semula cair berubah menjadi bongkahan berwarna putih. 

Proses pembuatan serta peralatan yang digunakan juga masih tradisional. Dari mulai merebus hingga mencetaknya, semua dilakukan dengan cara sederhana. Pemanasan susu kerbau atau sapi sampai dengan suhu 70 derajat, dilakukan di atas kayu bakar. 

Sementara pencetaknya dilakukan menggunakan batok kelapa. Tak menghilangkan ketradisionalannya, keju dangke juga dikemas menggunakan daun pisang. 

Bagaimana dengan rasanya? 

article
Dicampur Getah Pepaya Agar Padat via Instagram/ dianandariskia

Keju dangke punya rasa yang sedikit lebih asin dibanding dengan keju lainnya. Biasanya warga Enrekang menggoreng atau membakar keju ini sebelum dikonsumsi. Mereka juga kerap menyantap keju dangke dengan pulo mandoti. 

Pulo mandoti adalah beras yang saat dimasak, aroma harumnya tercium sampai jauh. Konon beras ini hanya bisa ditanam di persawahan Enrekang.

Selain itu keju dangke juga enak disantap bersama roti, nasi dan juga sambal terasi. 

Keju dangke ini disebut telah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Bahkan nama dangke berasal dari 'dankjewel' yang berarti terimakasih. Saat itu seorang Belanda bertemu dengan peternak di Enrekang. 

Peternak tersebut memberikan keju lezat ini pada seorang Belanda. Ucapan 'dankejewel' yang dimaksudkan sebagai ucapan terima kasih, didengar sebagai “Dangke” oleh peternak pribumi. Semenjak itu, keju dangke menjadi nama resminya (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Tria Adha
|
Editor:Dhina Chahyanti

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Boyolali, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.