TIMES BOYOLALI, JAKARTA – Khutbah Jumat ini bisa menjadi referensi untuk digunakan di wilayah masing-masing. Naskah khutbah bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Khutbah Pertama
الحمد لله الذي أمر بالعدل والإحسان، ونهى عن الظلم والعدوان، أحمده سبحانه وأشكره، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، الملك الديان، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الإنس والجان، اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
اُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan inilah bekal utama dalam hidup kita di dunia dan akhirat.
Jama‘ah Jumat yang dimuliakan Allah,
Tadi malam bangsa kita dikejutkan oleh peristiwa memilukan. Seorang pengemudi ojek online meninggal dunia setelah tertabrak dan tergilas kendaraan taktis Brimob saat terjadi kericuhan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI.
Inna lillāhi wa inna ilaihi rāji‘ūn. Kejadian ini mengingatkan kita semua betapa pentingnya menjaga jiwa manusia dan menghindari segala bentuk kekerasan yang tidak perlu.
Dalam Islam, menjaga jiwa merupakan salah satu tujuan pokok syariat (maqāṣid al-syarī‘ah). Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ (الإسراء: 33)
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan alasan yang benar.” (QS. Al-Isrā’: 33)
Ayat ini menegaskan bahwa jiwa manusia harus dijaga dengan penuh kehormatan. Termasuk dalam hal ini adalah aparat penegak hukum. Mereka diberi amanah untuk menjaga keamanan, menciptakan ketertiban, melindungi masyarakat, bukan justru menimbulkan ketakutan atau bahkan korban nyawa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ
“Hilangnya dunia lebih ringan di sisi Allah daripada terbunuhnya seorang muslim.” (HR. al-Nasā’ī, al-Tirmidzī)
Hadis ini menunjukkan betapa agungnya nyawa seorang manusia. Karena itu, segala bentuk tindakan anarkis, kekerasan, dan penggunaan kekuatan berlebihan harus dihindari.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Negara ini tidak akan tegak dengan kekerasan, tetapi akan kokoh dengan keadilan. Aparat penegak hukum memiliki peran mulia, yaitu menjaga jiwa rakyat, mengatur ketertiban, dan memastikan masyarakat merasa aman. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
“Seorang pemimpin adalah penggembala dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.” (HR. al-Bukhārī dan Muslim)
Oleh karena itu, para aparat maupun penguasa harus selalu menegakkan prinsip keadilan dan menghindari kezhaliman. Sebab kezhaliman akan membawa murka Allah dan kehancuran bangsa.
نَفَعَنِيَ اللهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَبِهَدْيِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَأَجَارَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ عَذَابِهِ الْأَلِيْمِ.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
Khutbah Kedua
الحمد لله حمدًا كثيرًا كما أمر، وأشكره وقد تأذن بالزيادة لمن شكر، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إرغامًا لمن جحد به وكفر، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله سيد الخلق والبشر.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم المحشر.
اُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ مَرَّةً أُخْرَى بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوْا اللهَ وَأَطِيْعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
Ma‘āsyiral muslimīn rahimakumullāh,
Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pelajaran. Umat Islam diajarkan untuk menegakkan keadilan, menjaga jiwa, serta mencegah kezaliman.
Aparat negara hendaknya hadir sebagai pelindung, bukan sebagai pihak yang menimbulkan korban. Masyarakat pun harus menyampaikan aspirasi dengan damai, tidak anarkis, serta menjaga persaudaraan sebangsa.
Marilah kita berdoa, semoga bangsa ini dijauhkan dari kekerasan, perpecahan, dan kezhaliman. Semoga para aparat penegak hukum diberi kekuatan untuk menjalankan tugasnya dengan adil, bijaksana, dan penuh kasih sayang.
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات، والمسلمين والمسلمات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم انصر الإسلام والمسلمين، وأعزّ الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، ودمّر أعداء الدين.
اللهم وفّق ولاة أمورنا لما تحب وترضى، واجعلهم هداة مهتدين، لا ضالين ولا مضلين.
اللهم اجعل بلدنا هذا بلدا آمنا مطمئنا، سخاء رخاء، وسائر بلاد المسلمين.
اللهم احفظ دماء المسلمين، وصن أعراضهم، ووحّد كلمتهم، وأصلح ذات بينهم، واهدنا جميعا صراطك المستقيم.
عباد الله، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ (النحل: 90).
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، واسألوه من فضله يعطكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.
*) Oleh: Yusuf Arifai, Dosen Ma'had Aly Al-Tarmasi Pacitan
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Khutbah Jumat Edisi 29 Agustus 2025: Menjaga Jiwa dan Ketertiban Tanpa Kekerasan
Pewarta | : Yusuf Arifai |
Editor | : Ronny Wicaksono |