Berita

KJRI Sydney Fasilitasi Penguatan Kerjasama HIPMI dengan Pebisnis Diaspora Indonesia

Rabu, 27 Januari 2021 - 19:50
48.21k
KJRI Sydney Fasilitasi Penguatan Kerjasama HIPMI dengan Pebisnis Diaspora Indonesia Penandatanganan secara virtual MoU Kerjasama antara HIPMI dengan Suliyanti Sunaryo, salah satu pebisnis diaspora Indonesia di Sydney, Australia pada 25 Januari 2021. (Foto: KJRI Sydney for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, AUSTRALIA – Bertempat di KJRI Sydney dan Kantor Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dilakukan penandatanganan secara virtual Nota Kesepahaman Kerja sama antara HIPMI dengan Suliyanti Sunaryo, salah satu pebisnis diaspora Indonesia di Sydney, Australia pada 25 Januari 2021.

Konsul Jenderal RI di Sydney, Heru Hartanto Subolo memfasilitasi dan menyaksikan penandatanganan MoU antara HIPMI dengan Suliyanti Sunaryo yang merupakan pencetus dan pendiri House of Indonesia serta pemilik Eastern Cross Trading Australia.

Dalam penandatanganan di KJRI Sydney, Suliyanti Sunaryo didampingi oleh Vidi Vinandar dari House of Indonesia, Ayu Zulia Shafira yang merupakan anggota HIPMI dan pemilik What’s Up Café yang telah memiliki beberapa cabang di Indonesia, dan Kepala ITPC Sydney, Ayu Siti Maryam.

KJRI-Sydney-2.jpg

Sementara itu, penandatanganan di Jakarta dihadiri Sekretaris Jenderal HIPMI, BagasAdhadirga dan Kepala Bidang Perdagangan Perindustrian dan ESDM Pengurus Pusat HIPMI, Iskandarsyah Rama Datau, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Dr Ir Kasan.

Dalam sambutannya, Konjen Heru Subolo menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman antara HIPMI dengan House of Indonesia sebagai bagian upaya peningkatan ekspor produk Indonesia, terutama produk UKM dan mengambil manfaat optimal dari Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA CEPA). 

Konjen Heru Subolo menambahkan bahwa peluang kerjasama antara pebisnis Indonesia dan Australia dalam menggenjot ekspor produk UKM semakin terbuka lebar karena didukung oleh beberapa enabling environment. 

Pertama, adanya kerjasama Sister State-Province antara DKI Jakarta-New South Wales, Jawa Tengah-Queensland, dan Jawa Barat-South Australia, kerjasama Sister City antara Semarang-Brisbane dan Makassar-Gold Coast. Kedua, adanya peluang yang tercipta sebagai akibat perang dagang Australia-RRT. 

Ketiga, keberadaan pebisnis diaspora Indonesia dan bisnis restoran Indonesia di Sydney sebagai jendela produk Indonesia, khususnya makanan minuman. Konjen RI juga menekankan arti penting Australia sebagai hub produk ekspor Indonesia ke pasar negara-negara Pasifik.

Sementara itu, Dirjen PEN Kementerian Perdagangan menyampaikan bahwa penandatanganan Nota Kesepahaman antara HIPMI dengan pebisnis diaspora Indonesia sejalan dengan strategi Kementerian Perdagangan guna meningkatkan ekspor ke negara tujuan utama maupun produk utama. 

KJRI-Sydney-3.jpg

Dirjen PEN menggarisbawahi bahwa meskipun di tengah pandemi, ekspor Indonesia ke Australia meningkat 15 persen. Pihaknya mendukung upaya menggenjot ekspor produk UKM dan mengharapkan HIPMI bukan saja ikut berperan dalam peningkatan ekspor, tetapi juga menciptakan eksportir-eksportir produk UKM.

Senada dengan Konjen RI Sydney dan Dirjen PEN Kemendag, Sekjen HIPMI mengharapkan agar kesepakatan dengan House of Indonesia dapat mendorong produk ekspor anggota HIPMI yang mayoritas merupakan UKM untuk go international. 

Informasi mengenai potensi dan persyaratan pasar akan sangat penting bagi HIPMI dalam menyiapkan produk ekspor yang sesuai.  Kerjasama dengan House of Indonesia juga diharapkan dapat mendorong terciptanya kerjasama dengan pihak-pihak lain guna menembus lebih banyak pasar internasional.  

Nota Kesepahaman antara House of Indonesia dengan HIPMI berlaku dua tahun dan dapat diperpanjang, serta mencakup beberapa bidang kerjasama antara lain memfasilitasi konsultasi produk dan bisnis, memberikan informasi pasar, serta kerjasama promosi dan pemasaran. House of Indonesia akan membantu kurasi produk dan memfasilitasi pengiriman contoh produk yang lolos kurasi. 

Sebagaimana disampaikan Suliyanti Sunaryo, House of Indonesia memiliki visi menjadi ‘gateway between Indonesia and Australian business’. Ia  optimis bahwa produk Indonesia dapat bersaing di pasar Australia dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara pesaingnya. 

Suliyanti sendiri telah berkiprah selama 30 tahun dalam dunia bisnis di Australia dan melakukan importasi produk makanan minuman asal Indonesia sejumlah lebih dari 130 kontainer per tahun melalui perusahaan miliknya, Eastern Cross Trading. Penguatan kerjasama Suliyanti dengan HIPMI difasilitasi oleh KJRI Sydney. (*)

Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Boyolali just now

Welcome to TIMES Boyolali

TIMES Boyolali is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.